Assalamu’alaikum wr.wb.
Di Indonesia, Peci merupakan sesuatu yang sangat lekat di kebudayaan Islam Indonesia. Peci ini dianggap sebagai indentitas agama islam. Dan bahkan beberapa ulama menyatakan hukum memakai peci ketika sholat atau bahkan di kehidupan sehari-hari adalah sebuah kewajiban yang tidak boleh dilalaikan oleh kaum muslim laki-laki.
Namun dibalik budaya Indonesia dan tentang penggunaan peci dan juga tentang pendapat beberapa ulama, rahasia apakan yang disimpan oleh peci? Bagaimanakah sejarah peci ini bisa menjadi sebuah identitas wajib kaum muslim di Indonesia?
Untuk mengetahui semua jawaban dari pertanyaan itu, maka marilah kita membaca artikel berikut ini.
Pada satu riwayat, dinyatakan bahwa Rasulullah Saw selalu menggunakan peci di atas kepalanya yang kemudian ditutupi dengan menggunakan kain yang dikenal oleh orang Indonesia dengan Sorban.
Ilustrasi orang
arab menggunakan Sorban/Turban pada abad ke enam
Seiring berkembangnya waktu dan
semakin menyebarnya islam, perlahan-lahan tradisi penggunaan sorban ini menjadi
semakin berkurang karena dalam penyebarannya, Islam selalu melakukan
penyesuaian dengan budaya sekitar dan mulai keluar dari arab, sorban dinyatakan
terlalu ribet.
Maka dari itu, pada sekitar abad 17, kekaisaran Ottoman mulai merubah tradisi ini dengan cara menggabungkan fashion barat yang adalah topi dan penutup rambut dari timur menjadi penutup kepala peci. Berbeda dengan peci yang sekarang kita kenal, peci di jaman kekaisaran Ottoman dulu memiliki sebuah bulu kecil di kepalanya
Portrait Sultan
Mahmud II
Semakin berkembang ke timur, peci ini semakin mengalami perubahan mengikuti tradisi dan budaya masyarakat, mulai dari Malaya, Brunei, dan menjadi peci yang sekarang kita kenal di Indonesia
Hukum shalat dengan peci
Berikut adalah beberapa riwayat yang mungkin berhubungan dengan penggunaan peci.
Ketika ditanya tentang hukum
shalat tanpa memakai penutup kepala, Syaikh Abdul Aziz bin Baaz -rahimahullah- menjawab:
“Tidak mengapa, karena kepala tidak termasuk aurat. Yang wajib ketika shalat adalah mengenakan kain yang menutupi pusar ke bawah dan kain yang menutupi pundak hingga pusar. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:”
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani -rahimahullah- berpandangan berbeda:
“Hemat saya dalam permasalahan ini, shalat tanpa memakai penutup kepala itu makruh. Karena setiap muslim dianjurkan ketika hendak shalat untuk berpenampilan sebagus dan seislami mungkin,”
Namun dari semua riwayat diatas, riwayat yang paling menguatkan sunnah atau bahkan beberapa orang sudah menyatakan tentang kewajiban memakai peci ini adalah dari riwayat berikut :
“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya shalat dengan memakai imamah” (HR. Bukhari 205, Muslim 1359)
Dalam riwayat tersebut, seperti yang diulas di atas, imamah adalah penutup kepala yang biasa digunakan oleh Rasulullah Saw yang terdiri dari peci yang kemudian dililit dengan kain Sorban/Torban.
Kenapa Menggunakan Peci Padahal Bukan Aurat?
Sholat memiliki rukun dan juga beberapa syarat sah yang harus ditaati untuk mendapatkan sahnya sholat. Dari rukun sholat ini adalah satu gerakan yang juga penting yaitu sujud.
Lalu? Apa hubungannya sujud dengan menggunakan peci?
Mudah saja. Hubungannya adalah, ketika sujud, kening diharuskan bersentuhan dengan tempat sujud tanpa ada penghalang. Bahkan ada riwayat yang menyatakan sehelai saja rambutmu berada di antara keningmu dan tempat sujudmu, maka tidak akan sah sholatmu.
Dan kalau sholat kita tidak sah, maka akan tidak sah pula amal ibadah kita yang lain.
Berarti pake peci itu wajib dong?
Tidak wajib, tapi disarankan agar rambut tidak berada di antara kening dan tempat sujud. Dan untuk menggunakan peci inipun juga memiliki aturan sendiri.
Sebagian orang menggunakannya salah dan ditekan seperti topi dan hal ini justru malah membuat peci itu sendiri menghalangi kening kita saat sujud. Kalau hal ini dilakukan, maka justru peci inilah yang akan membuat sholat kita tidak diterima.
Dalam memakai peci, hendaknya peci sedikit ditarik kebelakang sehingga tidak menghalangi kening kita ketika sujud dan tentu saja, rambut sudah ada di dalam peci sehingga tidak menghalangi kening.
Contoh memakai
peci yang benar, tidak menutupi kening
Jadi, sekarang sudah tahu kan
hukumnya menggunakan peci. Jadi lebih ke keperluan aja, kalo rambut tebal ya
wajar pake peci, tapi kalo rambut tipis atau botak, silahkan aja pake (meski
saya yakin tujuannya pake peci bukan untuk membuat rambut tidak menghalangi).
Demikianlah artikel dari SKI Geosalma kali ini. Semoga ini membantu untuk kehidupan anda selanjutnya.






No comments:
Post a Comment