Surat An-Naba’ menyatakan, “Dan Kami jadikan tidurmu sebagai pelepas lelah bagimu.” Dengan kata lain tidur merupakan kebutuhan yang tidak bisa tidak. Maka dapat disimpulkan bahwa dengan tidur akan sangat banyak manfaat yang dapat kita ambil darinya.
Oleh sebab itu, hendaknya setiap orang dapat menghindarkan tidur yang mubazir alias sia-sia. Akan tetapi kecendrungan hasrat manusia untuk tidur lagi dan lagi sulit diredam. Banyak yang salah kaprah dengan tidur sebagai istirahat. Hendaknya tidur yang notabene dapat melupakan beban masalah sesaat itu sangat berkualitas dan juga diridhoi-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajarkan bagaimana tidur yang berkualitas. Tidur berkualitas mengacu pada pola hidup sehat nan islami.
Bagaimana tidur sehat ala Rasulullah? Berikut ini adalah
tipsnya.
1.
Sebelum tidur biasakan membersihkan diri dengan berwudhu’ dan
bersiwak atau menggosok gigi.
2.
Tidurlah dengan pakaian yang pantas, jangan pakaian yang menyiksa
raga seperti ketat dan menyesakkan sehingga mengganggu ketentraman tidur.
3.
Ada baiknya sebelum tidur untuk membersihkan tempat tidur agar
tidur terasa nyaman.
4.
Jangan sampai lupa berdo’a dan berdzikir. Dengan berdo’a dan
berzikir Insya Allah terhindar dari mimpi buruk.
Cara tidur pun sarat makna. Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam
tidur dengan cara :
1.
memiringkan tubuh kearah kanan, sambil berzikir kepada Allah
hingga matanya terasa berat.
2.
Terkadang beliau memiringkan badannya kesebelah kiri sebentar,
untuk kemudian kembali ke sebelah kanan.
Sedangkan tidur bertumpu pada sisi kiri badan adalah berbahaya
bagi kesehatan, karena :
1.
dapat menghimpit posisi jantung akibatnya sirkulasi darah ke otak
terganggu.
2.
Tidur miring ke posisi kiri mengakibatkan seseorang mengalami
mimpi buruk.
3.
Dan janganlah tidur tertelungkup atau tengkurap, Allah sangat
murka dengan posisi tidur seperti itu.
4.
Sedangkan tidur dengan posisi tertelentang akan mengakibatkan masalah
bagi tulang belakang, yaitu dapat menekan atau menyesakkan tulang belakang. Jika
ingin tidur terlentang, maka baiknya punggungnya diberi guling atau pengganjal
yang tidak terlalu tebal.
Tips lainnya adalah tidur jangan terlalu malam, apalagi begadang
mengerjakan hal-hal yang tidak bermanfaat. “Bahwasanya Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam membenci tidur malam sebelum (shalat Isya’) dan
berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.” (HR. Bukhari dan
Muslim).
Selain itu, Rasulullah pun menganjurkan kepada kita untuk bangun
di awal hari yaitu pagi hari sebelum subuh. Manfaat yang akan diperoleh dari
aktifitas ini di antaranya adalah kita dapat menghirup udara segar di pagi hari
sembari mempersiapkan diri untuk melangkahkan kaki menuju masjid melaksanakan
shalat shubuh secara berjama’ah. Hal ini tentunya juga bernilai pahala, dan
lebih dari itu adalah kesehatan bagi kita.
Jika telah mengikuti apa yang dikatakan dan dilakukan oleh
Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam, niscaya kita akan mendapatkan manfaat
sebagai berikut.
1.
Mendapatkan pahala, sebab mengikuti sunah Rasulullah
SAW.
Jelas. Gak usah
dijelasin lagi
2.
Tidak cepat lapar
Ketika tidur
miring kekanan seperti tidur ala Rasulullah SAW,
lambung yang berada di sebelah kiri akan menggantung. Lambung yang berada dalam
posisi seperti ini akan menghentikan kerja mesin giling pada lambung
sehingga bahan yang digiling akan awet dan saraf lapar tidak bangun/muncul.
Sebaliknya jika tidur miring kekiri, lambung akan tertindih menimbulkan reaksi
mesin giling pada lambung terus bekerja sehingga bahan gilingan tersebut akan
ludes dan ampasnya menungggu untuk segera berjumpa teman-teman di kakus.
Bangun tidur
perut terasa lapar dan ingin buang hajat. Kebanyakan orang-orang yang doyan
makan bergerak refleks memegang perut ketika lapar. Kenapa ? Raja-raja romawi
kuno membiasakan diri mereka tidur miring kekiri agar perut mereka cepat lapar
dan mereka senang mengadakan pesta jamuan makan.
Islam
mengajarkan lewat Rasulullah SAW agar menyidikitkan makan sebab asal mula
penyakit, menurut beliau sumbernya adalah lambung dan lambung adalah
wadah makanan berarti pola makan yang harus dijaga jika ingin tetap sehat dan
tidak penyakitan. Dan itu merupakan salah satu cara untuk mengurangi makan.
3.
Meredam Amarah
Jika anda
ingin meredam marah tidurlah dengan posis tidur ala Rasulullah SAW. Tidur
dengan posisi tidur ala Rasulullah SAW adalah posisi mayat dikubur (agak horor
juga). Tapi posisi ini akan mengingatkan anda kepada kematian. Ketika
anda ingat mati, degup jantung yang tadinya kencang karena nafsu amarah
perlahan akan mengendur sebab nafsu amarah kalah posisi dengan akal di beranda
hati.
Saraf adalah
komandan penggerak anggota tubuh. Akal adalah kurir hati sekaligus bos/atasan
saraf yang memicu pergerakan anggota tubuh. Perasaan pasrah pada hati memilih
akal dan untuk sementara mengenyampingkan nafsu. Hati menciptakan kode “slow”
di akal. Oleh akal kode tersebut disampaikan ke saraf berupa mandat. Saraf
menerima perintah ‘slow’ dari bos dan dilanjutkan ke jantung.
Sebagai
anggota, jantung melaksanakan perintah komandan untuk bergerak pelan. Perlahan
degup jantung berkurang ritme pergerakannya dan berjalan normal. Darah menjadi
pelan jalannya dan tidak memaksa pembuluh lagi untuk jalur cepat. Anda normal
kembali. Tidurlah dengan posisi ini dan jangan lupa berdoa semoga Tuhan memberi
pencerahan dalam tidur anda berupa mimpi yang benar untuk menyelesaikan
permasalahan anda.
4.
Meningkatkan daya kerja otak dan konsentrasi
Tidur ala Rasulullah SAW bisa meningkatkan kerja otak dan konsentrasi. Jika
anda membiasakan diri tidur dengan posisi yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW
maka ketika anda terbangun dari tidur anda akan merasa segar dan pikiran anda
jernih. Dalam keadaan terjaga, anda akan merasa lebih mudah untuk
berkonsentrasi.
5.
Mencegah Tidur Mendengkur
Jika anda
termasuk orang yang tidur mendengkur cobalah tidur dengan posisi tidur ala
Rasulullah SAW niscaya dengkuran anda yang sangat mengganggu itu akan berhenti
dan anda akan lebih disukai dan dicintai oleh istri dan anak-anak anda
sebab suara yang tidak bernada dan berirama yang setiap malam kuping mereka
mengkonsumsinya kini telah tiada dan mereka bisa bernafas lega dalam tidur
mereka (Alhamdulillah)

No comments:
Post a Comment